SPPG Talaga Puncak Diresmikan, Jadi Prioritas MBG di Wilayah 3T

oleh -491 Dilihat
oleh

Gonone,Tidore — Upaya memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke wilayah terpencil mulai diwujudkan di Kota Tidore Kepulauan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dusun Talaga Puncak, Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara, resmi beroperasi, Jumat (2/10/2026).

SPPG Talaga Puncak menjadi salah satu titik pelayanan gizi yang masuk dalam wilayah prioritas 3T, yakni Tertinggal, Terdepan dan Terluar. Peresmian SPPG 3T tersebut dilakukan secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia Timur.

Peresmian di Talaga Puncak dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Dr. Mariman Darto bersama jajaran, Kepala BPMP Maluku Utara, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Koordinator Regional MBG Maluku Utara, Koordinator Wilayah MBG Kota Tidore, serta sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

Dalam sambutannya, Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN Dr. Mariman Darto menegaskan, program MBG bukan sekadar persoalan membagikan makanan, tetapi bagian dari upaya negara membangun generasi yang sehat, cerdas dan produktif.

Ia menyebut, prinsip tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden yang kemudian dituangkan dalam Perpres Nomor 115 Tahun 2025 dan diterjemahkan ke dalam strategi pemenuhan gizi masyarakat.

Menurut Mariman, perhatian khusus diberikan kepada kelompok ibu hamil, ibu menyusui dan balita, selain para siswa sebagai penerima manfaat program.

“Kami prioritaskan di daerah 3T. Selain arahan Presiden dan arahan dari Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, kami menginginkan agar pada daerah-daerah potensial di 3T, hari ini ada sekitar 16 provinsi, 116 kabupaten/kota dan 480 SPPG atau dapur yang dibuka secara serentak,” kata Mariman.

Ia mengatakan, pembukaan SPPG tersebut diharapkan membuat masyarakat di wilayah 3T turut merasakan manfaat program MBG secara langsung.

Menariknya, SPPG Talaga Puncak disebut sebagai salah satu SPPG dengan jumlah penerima manfaat paling sedikit. Total penerima manfaat di lokasi tersebut hanya 49 orang.
Rinciannya, 18 siswa sekolah dasar, 11 guru dan 20 penerima manfaat kelompok 3B, yakni ibu menyusui, ibu hamil dan balita.

Mariman berharap, meski jumlah penerima manfaat relatif kecil, SPPG Talaga Puncak dapat menjadi salah satu dapur MBG yang memberikan pelayanan terbaik.

“SPPG ini nantinya harus bisa menjadi SPPG terbaik, karena jaraknya dekat dengan sekolah, sehingga proses masak dan distribusi MBG juga tetap terjaga,” ujarnya.

Gizi Disebut Investasi Masa Depan
Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe mengatakan, pemenuhan gizi merupakan bagian penting dari investasi pembangunan manusia.
Menurutnya, cita-cita besar Indonesia tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana kualitas gizi masyarakat diperbaiki, angka stunting ditekan dan pola hidup sehat dibangun sejak dini.

“Memperbaiki gizi adalah investasi masa depan. Saat ini mimpi besar Indonesia bagaimana caranya gizi diperbaiki, stunting diturunkan bahkan pola hidup gizi diberikan,” kata Sarbin.
Ia mengakui, pelaksanaan program MBG masih membutuhkan penguatan, termasuk dalam membangun penerimaan publik terhadap program tersebut.

Karena itu, pemerintah, kata Sarbin, memiliki tanggung jawab untuk memastikan program berjalan secara baik sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Ia juga menyinggung cakupan penerima manfaat MBG di Maluku Utara yang menurutnya masih belum mencapai 60 persen.

“Untuk wilayah Maluku Utara sendiri belum cukup 60 persen masyarakat dapat menikmati MBG. Yang diresmikan hari ini saja belum, apalagi yang di pulau-pulau. Ini baru satu dari sekian pulau, ada 976 pulau di Maluku Utara,” ujarnya.

Sarbin menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan program MBG. Menurutnya, program dengan cakupan luas tersebut membutuhkan pengelola yang jujur agar pelaksanaannya tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan.

“MBG ini program yang luar biasa, maka butuh orang-orang jujur dan berintegritas yang harus mengelola ini, sehingga pelaksanaannya dapat maksimal, tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah,” tuturnya.

Pemkot Tidore Dorong Perluasan Layanan
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman menyampaikan apresiasi kepada BGN dan pemerintah pusat yang telah menetapkan Talaga Puncak sebagai salah satu lokasi SPPG.

Menurut Ahmad, keberadaan SPPG di wilayah tersebut tidak semata-mata dinilai dari jumlah penerima manfaat, tetapi dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada BGN dan jajarannya, juga kepada Pemerintah Pusat karena telah melakukan upaya terbaik sehingga menempatkan titik di salah satu dusun kami,” katanya.

Ahmad mengatakan, Talaga Puncak merupakan salah satu wilayah yang relatif jauh dari pusat kota. Karena itu, kehadiran SPPG di kawasan tersebut menjadi bagian penting dalam mendekatkan pelayanan pemenuhan gizi kepada masyarakat.

Ia berharap usulan titik-titik SPPG lainnya di wilayah Kota Tidore Kepulauan juga dapat memperoleh respons dari BGN.

“Kami berharap selanjutnya titik-titik yang telah diusulkan itu mendapat respons baik dari BGN,” harapnya.

Berdasarkan hasil peninjauan, Ahmad menyebut fasilitas dapur SPPG Talaga Puncak cukup baik dan berada dekat dengan sekolah. Kondisi tersebut diharapkan mendukung proses penyediaan hingga distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat.

Ahmad juga menegaskan, jumlah 49 penerima manfaat di Talaga Puncak tidak seharusnya menjadi ukuran utama.

“Meskipun penerima manfaat di Talaga Puncak hanya 49 orang, tetapi jangan dilihat dari jumlahnya, karena masyarakat Indonesia perlu mendapatkan manfaat terbaik dalam pemenuhan gizinya,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran SPPG tersebut dapat ikut menekan angka stunting di Kota Tidore Kepulauan, sekaligus memperbaiki kualitas pemenuhan gizi masyarakat.

Pada akhirnya, program MBG diharapkan bukan hanya menghadirkan makanan bergizi setiap hari, tetapi menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi berkualitas yang kelak ikut membangun Kota Tidore Kepulauan dan Maluku Utara.(NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.