Duta Pelajar Sadar Hukum 2026 Digelar, Pemkot Tidore dan Kejari Perkuat Integritas Generasi Muda

oleh -218 Dilihat
oleh

Gonone.id — Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tidore menggelar Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum (DPSH) jenjang SMP/MTs tingkat Kota Tidore Kepulauan Tahun 2026. Kegiatan yang dirangkaikan dengan proses seleksi peserta tersebut berlangsung di Aula Handayani, Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Selasa (14/7/2026).

Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen mengatakan, pelaksanaan DPSH merupakan bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan institusi penegak hukum dalam membangun karakter generasi muda yang memahami serta menjunjung tinggi nilai-nilai hukum.

Menurut Muhammad Sinen, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi merupakan langkah nyata dalam upaya pencegahan dini terhadap berbagai persoalan yang dihadapi remaja, termasuk kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.

“Ini adalah upaya konkret dan langkah pencegahan dini terhadap kenakalan remaja serta penyalahgunaan narkoba. Para peserta yang terpilih dari berbagai kecamatan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mengedukasi rekan sejawatnya mengenai pentingnya kepatuhan terhadap aturan negara,” ujar Muhammad Sinen dalam sambutannya.

Mantan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan dua periode itu juga meminta dewan juri untuk menjunjung tinggi objektivitas selama proses penilaian berlangsung. Ia menilai, peserta terbaik harus memperoleh kesempatan mewakili Kota Tidore Kepulauan pada ajang yang lebih tinggi.

Muhammad Sinen berharap peserta yang nantinya terpilih sebagai Duta Pelajar Sadar Hukum mampu menunjukkan kapasitas dan kualitas terbaiknya di tingkat nasional. Dengan demikian, upaya mewujudkan masyarakat Tidore Kepulauan yang aman, damai, dan sadar hukum dapat terus diperkuat melalui peran generasi muda.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tidore Sabar Evryanto Batubara menegaskan pentingnya menanamkan pemahaman hukum kepada pelajar sejak usia dini, terutama di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat.

Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan dan institusi hukum menjadi kunci dalam membentuk generasi penerus yang berkarakter, bertanggung jawab, dan taat terhadap aturan.

“Kolaborasi antara institusi hukum dan dunia pendidikan menjadi poin utama untuk menciptakan pemimpin masa depan yang berkarakter dan taat aturan. Kami berharap para peserta mampu mengambil peran tanggung jawab ini, menyebarkan pengaruh positif, serta meningkatkan kesadaran hukum di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” kata Sabar Evryanto Batubara.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan Jamil Hadi yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia menjelaskan, program DPSH dirancang sebagai wadah edukasi sekaligus kompetisi yang bertujuan menanamkan kesadaran hukum dan membangun karakter siswa yang berintegritas.

Ia menyebutkan, sebanyak 14 tim perwakilan dari delapan kecamatan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Program yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan lembaga pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih sadar hukum.

“Sebanyak 14 tim perwakilan dari 8 kecamatan berpartisipasi dalam ajang ini. Kegiatan yang didanai melalui APBD ini memperkuat sinergi nyata antara pemerintah daerah, penegak hukum, dan institusi pendidikan. Sebagai bentuk motivasi bagi para peserta, panitia telah menyediakan apresiasi berupa kunjungan edukatif ke Jakarta bagi pemenang utama,” ujar Jamil Hadi.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan berharap lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran hukum yang kuat serta mampu menjadi pelopor perubahan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.(NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.