Sagu Kenari Jaenab Puha, Dari Dapur Sederhana di Tambula Menjangkau Berbagai Daerah

oleh -25 Dilihat
oleh

Gonone.id, Tidore, – Aroma kenari yang dipadukan dengan kasbi pilihan menjadi ciri khas produk Saripang atau Sagu Kenari Panggang milik Jaenab Puha. Usaha kuliner tradisional yang beralamat di Kelurahan Tambula, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan itu kini mulai dikenal luas oleh masyarakat, termasuk warga Tidore yang merantau ke berbagai daerah.

Di tengah maraknya makanan modern, Jaenab memilih mempertahankan cita rasa tradisional yang diwariskan turun-temurun. Sejak memulai usaha pada tahun 2024, ia konsisten memproduksi Sagu Kenari dengan metode pengolahan tradisional yang menjadi identitas kuliner khas Tidore.

“Kami memproduksi satu minggu bisa sampai tiga kali, tergantung jumlah pesanan yang masuk,” kata Jaenab saat diwawancarai media ini.

Bahan utama yang digunakan cukup sederhana, yakni kenari dan kasbi. Namun yang membuat produk ini berbeda adalah proses pemanggangannya yang masih menggunakan alat tradisional bernama Boso Keta Hula atau Boso Keta. Alat berbahan gerabah tersebut dibuat oleh para perajin di Desa Mare, Kota Tidore.

Menurut Jaenab, penggunaan alat tradisional bukan sekadar mempertahankan tradisi, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas rasa yang dihasilkan. Tekstur yang renyah dengan cita rasa gurih menjadi alasan mengapa produk tersebut mulai diminati berbagai kalangan.

Pelanggan Sagu Kenari tidak hanya berasal dari Kota Tidore. Banyak warga Tidore yang tinggal di Ternate, Sofifi, dan Bacan secara rutin melakukan pemesanan. Bahkan, produk tersebut pernah dikirim hingga Jakarta.
“Alhamdulillah, banyak orang Tidore yang berada di luar daerah masih rindu makanan khas kampung halaman, sehingga mereka sering memesan Sagu Kenari,” ujarnya.

Selain pelanggan perorangan, produk Sagu Kenari juga mendapat kepercayaan dari Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan. Setiap ada kegiatan tertentu, PKK kerap memesan produk tersebut sebagai sajian maupun oleh-oleh khas daerah.
Untuk harga, Jaenab menetapkan Rp30 ribu per bungkus bagi pelanggan di wilayah Tidore.

Sedangkan untuk pesanan di luar Tidore dikenakan harga Rp35 ribu per bungkus karena sudah termasuk layanan pengantaran.
Usaha yang dirintis dari rumah sederhana itu kini menjadi salah satu contoh bagaimana produk lokal mampu bertahan dan berkembang melalui kualitas serta konsistensi menjaga cita rasa tradisional.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati gurih dan renyahnya Sagu Kenari Panggang khas Tidore, pemesanan dapat dilakukan melalui WhatsApp di nomor 0852-1098-6384.

Di balik setiap bungkus Sagu Kenari, tersimpan semangat seorang perempuan Tidore yang berupaya menjaga warisan kuliner daerah agar tetap dikenal dan dicintai, baik oleh masyarakat di kampung halaman maupun mereka yang berada jauh di perantauan.(NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.