Reuni Akbar FORSA STEMAN: Dari Kenangan Masa Lalu, Menyatukan Langkah untuk Masa Depan

oleh -84 Dilihat
oleh

TIDORE, Gonone.id — Halaman SMK Negeri 2 Ternate, Sabtu (20/6/2026), menjadi ruang pertemuan lintas generasi. Mereka datang dari berbagai daerah, membawa cerita hidup yang berbeda-beda, namun dipersatukan oleh satu identitas yang sama: alumni STM Ternate yang kini berhimpun dalam Forum Alumni STM Ternate (FORSA STEMAN).

Mengusung tema “Menjalin Silaturahmi, Merajut Kisah, dan Membangun Sinergi”, Reuni Akbar ke-4 FORSA STEMAN resmi dibuka dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat makna. Bukan sekadar temu kangen, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan masa lalu sekaligus memperkuat komitmen alumni terhadap almamater.

Kehadiran Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, yang juga menjabat Ketua FORSA STEMAN, memberi warna tersendiri pada pembukaan reuni tersebut. Bersama Wakil Bupati Halmahera Barat, Jufri Muhammad, Muhammad Sinen turut melakukan peletakan batu pertama pembangunan Musholla At Tarbiyah di lingkungan sekolah, sebagai simbol kontribusi nyata alumni bagi lembaga pendidikan yang telah membesarkan mereka.

Di hadapan ratusan alumni dan para guru, Muhammad Sinen menyampaikan penghormatan mendalam kepada para pendidik yang selama puluhan tahun telah mendedikasikan hidupnya untuk mencetak generasi-generasi terbaik.

Pria yang akrab disapa Ayah Erik itu kemudian mengisahkan sebuah cerita yang menggambarkan betapa pentingnya peran seorang guru dalam membangun peradaban.

“Kaisar Jepang tidak pernah bertanya berapa jenderal yang tersisa, melainkan bertanya berapa guru yang tersisa. Artinya, jika jenderal lenyap, guru dipastikan masih bisa melahirkan jenderal-jenderal baru,” ujarnya disambut tepuk tangan para hadirin.

Bagi Muhammad Sinen, reuni bukan sekadar ruang nostalgia atau perayaan keberhasilan individu. Lebih dari itu, reuni adalah wadah untuk menjaga silaturahmi dan memperkuat kontribusi alumni terhadap sekolah serta masyarakat.

Ia juga menyinggung stigma lama yang kerap melekat pada siswa STM. Menurutnya, waktu telah membuktikan bahwa banyak lulusan STM Ternate yang mampu berkiprah di berbagai bidang dan menduduki posisi strategis.

“Kita mampu menunjukkan ke publik bahwa STM Ternate tidak sekadar diidentikkan dengan nakal, tetapi mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain di Maluku Utara dan melahirkan orang-orang hebat,” tegasnya.

Semangat yang sama juga disampaikan Wakil Bupati Halmahera Barat, Jufri Muhammad. Alumni angkatan 1993 itu mengenang perjalanan hidupnya yang penuh tantangan. Terlahir dari keluarga sederhana dan menjalani kehidupan sebagai yatim piatu setelah lulus sekolah, ia mengaku pendidikan dan kedisiplinan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di STM Ternate menjadi bekal penting dalam hidupnya.

“Di sekolah inilah karakter kita digembleng menjadi seorang petarung. Saya yang biasa-biasa saja bisa mencapai posisi saat ini, mulai dari Kepala Desa, Anggota DPR tiga periode hingga menjadi Wakil Bupati dua periode,” tutur Jufri.

Dalam kesempatan itu, Jufri juga menyebut Muhammad Sinen sebagai salah satu sosok yang banyak memberikan motivasi dalam perjalanan hidupnya. Suasana semakin cair ketika ia mengenang masa-masa sekolah yang penuh cerita, termasuk kebiasaannya melompati pagar sekolah saat datang terlambat. Kisah itu langsung mengundang gelak tawa para alumni yang hadir.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Reuni Akbar, Faizal M. Alkatiri, menegaskan bahwa reuni ini bukan ajang mempertontonkan kesuksesan masing-masing alumni. Menurutnya, nilai utama yang ingin dibangun adalah memperkuat tali persaudaraan yang telah terjalin sejak masa sekolah.

Ia memberikan penghargaan kepada seluruh panitia, donatur, serta para guru yang masih aktif maupun yang telah memasuki masa purna tugas. Baginya, bangunan sekolah yang berdiri kokoh hari ini merupakan “rahim” yang telah melahirkan banyak kisah perjuangan dan persahabatan.

“Reuni ini bukan sekadar ajang pamer pencapaian kesuksesan, melainkan tonggak untuk memperkokoh silaturahmi dan membangun jejaring antar lintas angkatan. Persahabatan sejati tidak diukur dari seberapa sering kita bertemu, melainkan dari bagaimana kita saling mengingat satu sama lain,” ungkap Faizal.

Reuni Akbar ke-4 FORSA STEMAN tidak berhenti pada seremoni pembukaan. Berbagai agenda telah disiapkan hingga pekan depan, mulai dari jalan sehat, lomba domino, talkshow inspiratif bertajuk Inspirasi Alumni dan Prestasi, hingga acara penutupan yang akan digelar pada 26 Juni mendatang.

Di balik seluruh rangkaian kegiatan tersebut, tersimpan satu pesan yang kuat: alumni STM Ternate datang membawa kenangan masa lalu, namun pulang dengan semangat baru untuk terus membangun sinergi dan memberi manfaat bagi almamater, daerah, serta masyarakat.

Sebab pada akhirnya, waktu mungkin telah memisahkan mereka ke berbagai profesi dan tempat yang berbeda. Namun sekolah yang sama telah menjadikan mereka satu keluarga besar yang akan selalu memiliki rumah untuk kembali: STM Ternate.(NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.