Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini, Pemkot Tidore dan Kejari Siapkan Agen Perubahan dari Kalangan Pelajar

oleh -395 Dilihat
oleh

Gonone.id – Upaya membangun generasi muda yang taat aturan dan memiliki kesadaran hukum terus diperkuat Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bersama Kejaksaan Negeri Tidore Kepulauan. Melalui Sosialisasi Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum tingkat SMP/MTs se-Kota Tidore Kepulauan, pemerintah ingin menanamkan nilai-nilai hukum sejak usia dini sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Handayani Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Rabu (10/6/2026) itu dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, yang mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan.

Dalam sambutannya, Ismail menegaskan bahwa hukum merupakan fondasi utama dalam menjaga ketertiban, keadilan, dan kedamaian di tengah kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, semangat menjunjung tinggi hukum telah menjadi bagian dari nilai luhur masyarakat Tidore yang diwariskan para leluhur.

“Hukum adalah landasan utama dalam menjaga ketertiban, keadilan, dan kedamaian. Di Kota Tidore Kepulauan, semangat menjunjung tinggi hukum dan aturan telah menjadi bagian dari budaya yang diwariskan oleh para leluhur yang selalu mengutamakan persatuan, keadilan, dan kesejahteraan bersama,” ujar Ismail.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kejaksaan Negeri Tidore Kepulauan atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, Lomba Duta Pelajar Sadar Hukum bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata dalam membentuk karakter pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memahami hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Ismail menekankan bahwa kesadaran hukum tidak lahir secara instan. Kesadaran tersebut harus ditanamkan dan dibina secara berkelanjutan sejak usia muda karena generasi muda saat ini merupakan penerus pembangunan daerah di masa mendatang.

“Kesadaran hukum harus ditanamkan, dibina, dan dikembangkan sejak dini. Mereka adalah generasi yang akan melanjutkan estafet pembangunan dan memegang kendali masa depan daerah ini,” katanya.

Lebih lanjut, Ismail mengingatkan bahwa predikat Duta Pelajar Sadar Hukum bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga amanah besar. Para duta nantinya diharapkan menjadi teladan di lingkungan sekolah sekaligus agen perubahan yang mampu mengajak teman sebaya untuk memahami pentingnya hukum dalam kehidupan sehari-hari.

“Mereka bukan sekadar penerima gelar, tetapi agen perubahan. Mereka akan menjadi penyebar informasi dan pengingat bahwa hukum hadir untuk melindungi masyarakat, bukan untuk mengekang,” tambahnya.

Ismail juga menyampaikan penghargaan kepada para kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik yang selama ini berperan aktif membimbing para siswa. Ia berharap pembinaan kesadaran hukum dapat terus diintegrasikan dalam proses belajar mengajar maupun kegiatan ekstrakurikuler sehingga nilai-nilai hukum benar-benar melekat dalam diri setiap pelajar.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tidore Kepulauan yang diwakili Kepala Seksi Intelijen, Didi Kurniawan, mengapresiasi sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kejaksaan Negeri dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurut Didi, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah dan aparat penegak hukum memiliki visi yang sama dalam membangun masa depan generasi muda yang berkarakter dan sadar hukum.

“Sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga garda terdepan dalam membentuk karakter, moral, dan integritas anak-anak kita. Di tengah tantangan moral dan hukum yang semakin kompleks, peran sekolah menjadi sangat penting,” ujarnya.

Ia menambahkan, persoalan hukum yang melibatkan kalangan remaja tidak dapat diselesaikan hanya oleh aparat penegak hukum maupun Dinas Pendidikan secara sendiri-sendiri. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun budaya sadar hukum di lingkungan sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan edukasi hukum kepada para pelajar sejak dini. Tujuan utamanya adalah meningkatkan jumlah pelajar yang sadar dan taat hukum di Kota Tidore Kepulauan secara signifikan,” tegas Didi.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Ade Kama, unsur Forkopimda, pimpinan OPD terkait, para kepala sekolah SMP/MTs, serta para guru pendamping dari berbagai sekolah di Kota Tidore Kepulauan. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menjaring pelajar terbaik yang nantinya akan menjadi Duta Pelajar Sadar Hukum dan motor penggerak budaya taat hukum di lingkungan sekolah maupun masyarakat.(NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.