GOT XXVIII Resmi Bergulir, Muhammad Sinen: Jadikan Sepak Bola Perekat Persaudaraan

oleh -402 Dilihat
oleh

Gonone.id– Euforia sepak bola kembali menyelimuti Kota Tidore Kepulauan. Turnamen bergengsi Gurabati Open Tournament (GOT) XXVIII Tahun 2026 resmi dibuka oleh Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, di Stadion Gurabati, Kelurahan Gurabati, Kecamatan Tidore Selatan, Minggu (7/6/2026).

Pembukaan turnamen yang telah menjadi ikon olahraga masyarakat Maluku Utara itu berlangsung meriah dan dipadati ribuan penonton yang datang dari berbagai wilayah untuk menyaksikan laga perdana sekaligus seremoni pembukaan.

Laga pembuka mempertemukan dua tim yang cukup dikenal di kalangan pecinta sepak bola Tidore, yakni AS Rumania dari Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara, melawan Garuda Tomagoba dari Kelurahan Tomagoba, Kecamatan Tidore. Pertandingan berlangsung sengit sebelum akhirnya AS Rumania berhasil mengamankan kemenangan dengan skor meyakinkan 5-2.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menegaskan bahwa Gurabati Open Tournament bukan hanya sekadar kompetisi olahraga yang mengejar gelar juara, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pembinaan generasi muda serta wadah memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, menanamkan disiplin, membangun kerja sama tim, serta menumbuhkan semangat berprestasi bagi generasi muda.

“Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga sebagai sarana pembinaan generasi muda, mempererat persaudaraan, memperkuat sportivitas, disiplin, kerja sama tim, dan semangat untuk berprestasi,” kata Muhammad Sinen.

Ia berharap seluruh tim yang bertanding dapat menjunjung tinggi nilai-nilai fair play, menghormati keputusan wasit, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menampilkan permainan terbaik sepanjang turnamen berlangsung.

Tak hanya kepada para pemain, Muhammad Sinen juga mengajak para penonton dan suporter untuk menunjukkan kedewasaan dalam mendukung tim kebanggaan masing-masing.

“Mari bersama-sama kita ciptakan suasana yang aman, nyaman, tertib dan penuh semangat persaudaraan sehingga turnamen ini akan selalu menjadi kebanggaan kita bersama,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Panitia GOT XXVIII, Muhammad Ervan Ibrahim, mengatakan Gurabati Open Tournament telah menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola Maluku Utara. Sejak pertama kali digelar pada tahun 1989, turnamen tersebut kini memasuki usia ke-37 tahun dan telah diselenggarakan sebanyak 28 kali.

Menurut Ervan, eksistensi GOT yang mampu bertahan hingga saat ini merupakan bukti nyata konsistensi pemuda dan masyarakat Gurabati dalam menjaga serta merawat warisan olahraga yang telah menjadi kebanggaan daerah.

“Setiap tahun GOT selalu eksis dilaksanakan. Ini merupakan bukti bahwa komitmen dan semangat para pemuda serta masyarakat Gurabati masih tetap konsisten dalam melaksanakan dan merawat event ini sehingga Gurabati Open Tournament tetap terjaga hingga saat ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, kompetisi yang berkesinambungan merupakan roh utama dalam pembinaan prestasi sepak bola. Karena itu, GOT terus dihadirkan sebagai ruang kompetisi bagi klub-klub sepak bola di Maluku Utara dan sekitarnya untuk mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan kualitas sepak bola daerah.

“Berangkat dari alasan itu maka GOT kembali hadir di tengah pecinta sepak bola sebagai sarana bagi tim-tim di Provinsi Maluku Utara dan sekitarnya dengan harapan dapat memberikan sumbangsih bagi kemajuan sepak bola, baik di level lokal, nasional maupun global,” kata Ervan.

Pada pelaksanaan GOT XXVIII tahun ini, sebanyak 22 tim ambil bagian dalam persaingan memperebutkan piala bergilir turnamen. Peserta terdiri dari 12 tim asal Kota Tidore Kepulauan, 4 tim dari Kota Ternate, 2 tim dari Kabupaten Halmahera Utara, 3 tim dari Kabupaten Halmahera Selatan, serta 1 tim dari Kabupaten Halmahera Timur.

Selain pertandingan pembuka, opening ceremony GOT XXVIII juga menghadirkan pertunjukan spektakuler bertajuk “Odyssey Of The Golden Era” yang dibawakan oleh 265 penari dari berbagai wilayah di Kota Tidore Kepulauan.

Penampilan kolosal tersebut dipersiapkan oleh pelatih M. Rizky Ibrahim, Ariyani Ridwan dan Balgis Malabar, yang sukses memukau ribuan penonton serta menambah kemeriahan pembukaan turnamen sepak bola terbesar dan paling bersejarah di Kota Tidore Kepulauan.

Dengan semangat kompetisi dan persaudaraan yang terus dijaga selama hampir empat dekade, Gurabati Open Tournament kembali menegaskan posisinya sebagai panggung pembinaan talenta sepak bola sekaligus simbol persatuan masyarakat Maluku Utara melalui olahraga.(NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.