Patah AS Propeller di Tengah Laut, Dua Nelayan Halmahera Utara Bertahan Dua Hari Sebelum Diselamatkan Tim SAR

oleh -154 Dilihat
oleh

Gonone.id, Tobelo – Perjuangan dua nelayan asal Desa Gamhoku, Kecamatan Tobelo Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, melawan ganasnya laut akhirnya berakhir dengan kabar menggembirakan. Setelah sempat terombang-ambing selama dua hari akibat kerusakan mesin di tengah perairan, keduanya berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan dalam keadaan selamat, Jumat (29/5/2026).

Kedua nelayan tersebut masing-masing bernama Alwin Barhama (48) dan Iradat Ongkormol (20). Mereka sebelumnya berlayar menggunakan pambot dari Sangir, Sulawesi Utara menuju Tobelo, Halmahera Utara.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa laporan kondisi darurat diterima Pos SAR Tobelo dari Salma, istri salah satu korban, pada Jumat pagi.

Informasi awal menyebutkan bahwa kapal yang digunakan kedua nelayan mengalami kerusakan berupa patahnya AS propeller saat berada di perairan antara Kepulauan Sangir dan Halmahera Utara.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, kedua korban berangkat dari Sangir pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Namun pada pukul 13.00 WIT, mesin kapal mengalami kerusakan sehingga perjalanan tidak dapat dilanjutkan.

Dalam kondisi darurat tersebut, kedua nelayan berupaya menyelamatkan diri dengan mengikat pambot mereka pada sebuah rumpon di sekitar koordinat 02°12’36” LU dan 127°14’24” BT. Mereka juga mencoba memperbaiki mesin secara mandiri agar dapat kembali melanjutkan pelayaran.

Keesokan harinya, Kamis (28/5/2026), sekitar pukul 07.00 WIT, korban sempat menghubungi keluarga melalui telepon seluler. Mereka menyampaikan rencana untuk melanjutkan perjalanan menuju Dama dengan cara mendayung karena mesin belum dapat berfungsi.

Namun setelah komunikasi tersebut terputus akibat kendala jaringan, pihak keluarga mulai khawatir. Hingga Jumat pagi tidak ada lagi kabar yang diterima sehingga keluarga memutuskan meminta bantuan Basarnas.

Merespons laporan itu, Pos SAR Tobelo segera mengerahkan tim menggunakan RIB 03 Tobelo untuk melakukan operasi pencarian.

Di tengah operasi berlangsung, sekitar pukul 06.45 WIT, keluarga korban kembali berhasil berkomunikasi dengan salah satu nelayan. Dari informasi tersebut diketahui posisi terakhir korban berada di perairan antara Pulau Morotai dan Desa Posi-Posi, Pulau Bau, Kabupaten Pulau Morotai.

 

Mendapat petunjuk baru itu, Tim SAR Gabungan langsung memperluas area pencarian. Pukul 07.10 WIT, pencarian dilakukan dari Wayabula ke arah utara hingga perairan Libano. Tim juga berkoordinasi dengan Polsek Morotai Utara untuk membantu pemantauan di wilayah pesisir dan desa-desa sepanjang jalur yang diperkirakan dilalui korban.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada pukul 15.49 WIT. Kedua nelayan ditemukan pada koordinat 02°39’48.67″ LU dan 128°30’47.61″ BT dalam keadaan selamat.

Meski selamat, kondisi fisik keduanya terlihat lemas akibat kelelahan setelah berhari-hari bertahan di laut dengan sarana terbatas.

Tim SAR kemudian mengevakuasi korban menuju Desa Sopi, Kabupaten Pulau Morotai. Pada pukul 17.55 WIT, Tim SAR Gabungan tiba di Desa Sopi dan menyerahkan kedua korban kepada keluarga.

“Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” ujar Iwan Ramdani.

Operasi penyelamatan ini melibatkan unsur Pos SAR Tobelo, Pos TNI AL Tobelo, serta keluarga korban yang turut membantu memberikan informasi selama proses pencarian berlangsung.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas melaut di kawasan perairan Maluku Utara masih menyimpan risiko tinggi, terutama ketika nelayan harus menghadapi kerusakan mesin jauh dari daratan. Namun di balik itu, koordinasi cepat antara keluarga, Basarnas, dan seluruh unsur SAR kembali membuktikan bahwa harapan selalu ada selama pencarian tidak berhenti dilakukan.(NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.