Gonone.id — Denyut pembinaan sepak bola usia dini di Kota Tidore Kepulauan kian terasa. Di balik semangat anak-anak yang berlari di lapangan, ada kerja sunyi para penggerak yang perlahan menata fondasi. Salah satunya datang dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Dokiri United yang kini bersiap menggelar turnamen usia dini sebagai penanda satu tahun perjalanan mereka.
Ketua SSB Dokiri United, Aprima Tampubolon, tak menutupi rasa syukurnya setelah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. Dalam pertemuannya bersama Wali Kota Tidore, ia menangkap satu pesan penting: pembinaan usia dini bukan sekadar rutinitas olahraga, tetapi investasi jangka panjang yang menyentuh mental, fisik, hingga sportivitas generasi muda.
“Pak wali kota sangat suport, terutama untuk pembinaan usia dini. Beliau menekankan pentingnya pematangan mental, fisik, dan sportivitas,” ujar Aprima, usai pertemuan tersebut.
Dukungan itu bukan tanpa dasar. Pemerintah kota, dalam hal ini Wali Kota Muhammad Sinen, disebut siap berdiri sebagai pelindung utama SSB Dokiri United. Bahkan, komitmen tersebut ditegaskan langsung dengan dukungan penuh terhadap rencana pelaksanaan turnamen “Dokiri United Cup I”.
Di sisi lain, legitimasi kelembagaan juga telah dikantongi. Asosiasi Kota (Askot) PSSI Tidore Kepulauan resmi mengeluarkan rekomendasi penyelenggaraan turnamen melalui surat bernomor 07/PSSI TIDORE/IV/2026 tertanggal 26 April 2026. Turnamen itu dijadwalkan berlangsung mulai 1 Juni 2026 di Lapangan Sepak Bola Dokiri, Kecamatan Tidore Selatan.
Namun, rekomendasi tersebut tidak datang tanpa catatan. Askot PSSI menegaskan sejumlah poin penting yang harus dipenuhi panitia, mulai dari perizinan lintas instansi, tanggung jawab penuh penyelenggara, hingga jaminan keamanan dan keselamatan seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemain dan wasit.
Lebih dari sekadar administrasi, syarat-syarat itu menjadi penanda bahwa sepak bola usia dini harus dikelola secara serius. Tidak ada ruang bagi kegiatan yang abai terhadap keselamatan atau menyimpang dari tujuan pembinaan.
Aprima memahami betul pesan itu. Ia menyebut pihaknya tengah mematangkan seluruh persiapan sebelum melangkah lebih jauh. Bahkan, ia berharap dalam waktu dekat dapat kembali bertemu dengan Wali Kota bersama seluruh jajaran pengurus SSB Dokiri United.
“Kami berharap secepatnya bisa melakukan pertemuan lanjutan setelah semua persiapan benar-benar matang,” katanya.
Bagi Aprima, dukungan Askot PSSI dan pemerintah daerah adalah energi besar. Ia menyebut respons cepat dan keterbukaan PSSI Tidore menjadi bukti bahwa ruang pembinaan sepak bola di daerah masih sangat terbuka.
Di tengah keterbatasan, langkah kecil dari Dokiri ini bisa jadi adalah awal dari sesuatu yang lebih besar: lahirnya generasi pesepak bola Tidore yang tidak hanya tangguh di lapangan, tetapi juga matang secara mental.
Sebab pada akhirnya, sepak bola usia dini bukan soal menang atau kalah. Ia adalah tentang bagaimana sebuah daerah menanam harapan dari lapangan sederhana, untuk masa depan yang lebih luas.(NN)






