Gonone.id, Weda – Maraknya penipuan terkait dengan kuota Haji, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) terus melakukan langkah pencegahan.
Kali ini, Kemenhaj Halteng melakukan langkah pencegahan dengan memberikan himbauan berupa surat kepada para pengurus masjid di kota Weda dan sekitarnya.
Himbauan pencegahan yang diberikan itu diharapkan dapat disosialisasikan pihak masjid kepada jamaah.
Kepala kantor Kemenhaj Halteng, H Nurhalis Abubakar saat di hubungi media ini, Jumat, (17/04/26) mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan langkah pencegahan penipuan dengan modus kuota haji yang saat ini telah menyasar calon jamah haji di Kabupaten Halmahera Tengah.
Dirinya mengatakan para penipu melancarkan aksinya dengan menelpon kepada calon jamah haji yang ujung-ujungnya meminta sejumlah uang.
“Saat ini telah ditemukan modus penipuan baru, di mana pelaku menghubungi calon jamaah haji melalui telepon dari nomor yang tidak dikenal, dengan mengatasnamakan Kantor Kementerian Agama maupun Kantor Kementerian Haji dan Umrah. Pelaku menyampaikan adanya penambahan kuota haji dan menawarkan percepatan keberangkatan,” jelasnya.
Untuk di Halmahera Tengah, tambanya, sudah terdapat dua korban. Hal itu berdasarkan atas laporan yang diterima pihaknya beberapa waktu lalu.
“Berdasarkan laporan yang diterima, kasus ini telah terjadi dengan korban salah satu calon jamaah haji di Kota Weda dan di wilayah Patani,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait dengan himbauan atas modus penipuan tersebut. Kemenhaj Halteng mengeluarkan himbauan berupa:
1. Jangan melayani telepon dari nomor tidak dikenal yang mengatasnamakan instansi resmi.
2. Jangan memberikan data pribadi atau dokumen penting kepada pihak yang tidak jelas.
3. Jangan mentransfer uang dengan alasan apapun terkait percepatan keberangkatan haji.
3. Selalu lakukan konfirmasi langsung ke kantor resmi jika menerima informasi mencurigakan.
(Red)






