Wakil Wali Kota Tidore Ikuti Ritual Lufu Kie, Rangkaian HJT ke-918 Tahun 2026

oleh -305 Dilihat
oleh

Gonone.id — Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman bersama jajaran pemerintah daerah mengikuti ritual Lufu Kie sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Tidore (HJT) ke-918 tahun 2026, yang digelar di Pelabuhan Kesultanan, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Ny. Sumiyati Ahmad Laiman serta Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo. Prosesi juga melibatkan unsur Forkopimda dan perangkat adat Kesultanan Tidore.
Ritual Lufu Kie, yang dikenal sebagai tradisi mengelilingi Pulau Tidore menggunakan armada juanga, diawali dengan keberangkatan Jou Sultan Tidore bersama Jou Boki. Rombongan kemudian berjalan kaki menuju dermaga kesultanan sebelum memulai pelayaran mengitari pulau.
Tradisi ini memiliki nilai historis yang kuat. Lufu Kie merupakan gelar armada perang yang dicetuskan oleh Sultan Saifuddin, yang dikenal sebagai “Jou Kota”, sebagai strategi untuk menghadapi dan menakuti Kompeni Belanda pada masa lampau.
Dalam pelaksanaannya, ritual ini dikemas dalam bentuk pelayaran menggunakan kagunga—perahu kesultanan—yang dikawal oleh 12 juanga. Armada pengawal tersebut terdiri dari perwakilan Sangadji dan Gimalaha, di antaranya Sangaji Laisa, Sangaji Laho, Gimalaha Tuguiha, Gimalaha Tomayou, Gimalaha Mare, Gimalaha Tongowai, Gimalaha Banawa, Gimalaha Dokiri, Gimalaha Gamtohe, Gimalaha Tomanyili, Gimalaha Tahisa, dan Gimalaha Tomaidi.
Sepanjang pelayaran, prosesi diisi dengan pembacaan doa oleh imam dan syara bobato Kesultanan Tidore di sejumlah titik. Pada pelaksanaan tahun ini, rombongan juga sempat berhenti di depan kawasan keramat Hiri, Ternate, sebelum kembali melanjutkan perjalanan mengelilingi Pulau Tidore.
Antusiasme masyarakat terlihat di setiap kelurahan yang dilintasi armada. Warga menyambut iring-iringan kagunga dan juanga dengan penuh semangat sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi leluhur.

Selain armada utama, kegiatan ini juga diikuti oleh simpatisan dari gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para camat yang turut berpartisipasi menggunakan armada speedboat.

Ritual Lufu Kie menjadi salah satu simbol kuat identitas budaya Tidore yang terus dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam momentum Hari Jadi Tidore.(NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.