Obor Menyala di Mafututu, SIMORE Ramadhan Ditutup Penuh Khidmat

oleh -434 Dilihat
oleh

Gonone.id – Malam di Kelurahan Mafututu, Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan, tampak berbeda. Cahaya obor yang berjejer dari RT 08 hingga RT 01 menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan SIMORE Ramadhan, sekaligus menyambut datangnya 1 Syawal 1447 Hijriah.

Pawai obor yang melibatkan warga lintas RT itu bukan sekadar tradisi tahunan. Ia menjadi ruang pertemuan sosial yang mempererat kebersamaan, menyatukan langkah, sekaligus meneguhkan identitas kampung di tengah arus perubahan.

Rute pawai dimulai dari RT 08, menyusuri jalan kampung hingga ke RT 01, kemudian berbalik arah menuju Tanjung Gamgau, sebelum akhirnya finis di titik akhir yang telah disiapkan panitia. Di lokasi tersebut, suasana semakin semarak dengan penyambutan tarian soya-soya—tarian khas Tidore yang sarat makna perjuangan dan kehormatan.

Penutupan kegiatan SIMORE Ramadhan dilakukan secara resmi oleh Camat Tidore Timur, Samsul Failisa, SE, didampingi Lurah Mafututu. Dalam sambutannya, Samsul menegaskan pentingnya menjaga konsistensi kegiatan sosial-keagamaan seperti ini.

“SIMORE Ramadhan ini harus tetap berjalan. Kekompakan masyarakat menjadi kunci agar kegiatan seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi Tanjung Gamgau sebagai salah satu ikon wisata di Kelurahan Mafututu. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki daya tarik alam yang layak dikembangkan, seiring dengan tumbuhnya kegiatan berbasis budaya dan religi di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia, Sofyan Muhlis, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi hingga kegiatan ini berjalan lancar sampai penutupan.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan SIMORE Ramadhan dari awal hingga akhir,” katanya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Babinkamtibmas Kelurahan Mafututu serta jajaran Polresta Tidore yang turut berpartisipasi menjaga keamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Di tengah cahaya obor yang perlahan meredup, gema takbir menggema di antara warga. Malam itu, Mafututu tidak hanya menutup sebuah kegiatan, tetapi juga merawat tradisi, memperkuat kebersamaan, dan menyambut hari kemenangan dengan penuh makna.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi.(NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.