,

Ketua PCNU Halteng Imbau Umat Islam Sikapi Perbedaan Penetapan 1 Syawal dengan Bijak

oleh -246 Dilihat
oleh
Nurhalis Abubakar

Gonone.id, Weda – Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Halmahera Tengah, Drs. H. Nurhalis Abubakar, MH, mengimbau warga Nahdliyin dan seluruh umat Islam di Kabupaten Halmahera Tengah untuk menyikapi secara bijak apabila terjadi perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah / Idul Fitri 2026 Masehi. Hal itu disampaikan oleh Nurhalis melalui rilis yang diterima media ini, Minggu, (15/03/26).

Menurut Nurhalis, penetapan awal Syawal secara resmi tetap menunggu keputusan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama Republik Indonesia yang dilakukan dengan metode rukyatul hilal dan diputuskan dalam Sidang Isbat. Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebelumnya telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Nurhalis pun menjelaskan bahwa kemungkinan perbedaan penetapan hari raya merupakan hal yang biasa terjadi di Indonesia. Perbedaan tersebut umumnya disebabkan oleh perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah, yakni metode rukyatul hilal yang digunakan pemerintah dan Nahdlatul Ulama, serta metode hisab yang digunakan oleh Ormas lain.

“Perbedaan seperti ini bukan hal baru dan sudah sering terjadi. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan bijak demi menjaga persatuan dan keharmonisan umat,” ujar Nurhalis.

Ia menegaskan bahwa PCNU Halmahera Tengah mengajak seluruh warga Nahdliyin dan umat Islam untuk tetap menjaga nilai-nilai toleransi dan persaudaraan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Beberapa poin imbauan yang disampaikan di antaranya adalah menjunjung tinggi sikap tasamuh (toleransi) dengan saling menghormati keputusan dan keyakinan kelompok lain yang mungkin berbeda dalam merayakan Idul Fitri. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap mengutamakan ukhuwah Islamiyah agar perbedaan hari raya tidak menjadi penyebab perpecahan di tengah umat.

Nurhalis juga mengingatkan agar masyarakat tidak menonjolkan perbedaan yang ada, melainkan lebih fokus pada makna ibadah dan kemenangan di hari raya.

Ia juga mengajak umat Islam untuk tetap menghormati keputusan pemerintah yang akan ditetapkan melalui Sidang Isbat sebagai dasar kepastian hukum dalam penentuan 1 Syawal. Di sisi lain, masyarakat diharapkan tidak saling menyalahkan metode maupun keyakinan pihak lain dalam menentukan awal Syawal.

“Perbedaan hari raya bukanlah penghalang untuk memperkuat tali silaturahmi. Justru ini menjadi momentum bagi kita untuk tetap menjaga persaudaraan dan merayakan kemenangan dengan penuh sukacita bersama,” tutup Nurhalis. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.