Berbagi di Persimpangan Ramadhan: BPBD Tidore Tebar Takjil untuk Para Pekerja Jalanan

oleh -310 Dilihat
oleh

Gonone.id – Ramadhan selalu menghadirkan wajah lain dari kehidupan kota. Di sudut-sudut jalan, di perempatan lampu merah, hingga di dermaga tempat mesin perahu kecil berderum menunggu penumpang. Di situlah, Kamis sore, 5 Maret 2026, sekelompok orang dengan seragam kebencanaan memilih berhenti sejenak dari rutinitasnya berbagi.

Di bawah komando Muhammad Abubakar, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama Dharma Wanita Persatuan BPBD turun ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat.

Sasarannya bukan ruang rapat atau kantor-kantor pemerintahan. Mereka memilih tempat yang lebih dekat dengan denyut kehidupan: perempatan menuju Pasar Sarimalaha dan dermaga speed boat GOTO di Kelurahan Indonesiana, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan.

Para penerima takjil adalah mereka yang setiap hari menggantungkan hidup di jalanan sopir angkot, pengemudi bentor, hingga juragan speed motor yang menunggu penumpang menjelang waktu berbuka.

Ramadhan hari ke-15 menjadi momentum bagi BPBD untuk mengingatkan bahwa tugas kemanusiaan tidak hanya hadir saat bencana terjadi.

“Kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan berbuka,” ujar Abubakar kepada para stafnya di sela kegiatan. “Ramadhan mengajarkan kita tentang makna berbagi yang sesungguhnya.”
Menurutnya, sedekah di bulan suci memiliki hikmah yang jauh melampaui nilai materi. Ia menegaskan kepada seluruh pegawai BPBD bahwa berbagi di bulan Ramadhan menjadi jalan membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir, sekaligus mempererat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Pesan itu kembali ia tegaskan saat kegiatan berakhir menjelang magrib.
Abubakar yang akrab disapa M.A mengajak seluruh pegawai untuk tidak menunggu kaya ketika ingin berbagi.

“Sedekah di bulan suci ini menjadi penghapus dosa, pembuka pintu rezeki, dan mendatangkan kebahagiaan batin serta ketenangan hati,” katanya.

Ia menambahkan, bahkan sebutir kurma atau seteguk air bagi orang yang berpuasa sudah memiliki nilai besar di hadapan Allah SWT.
Di jalan yang sama, lalu lintas kembali bergerak. Angkot melaju, bentor berderum, dan perahu-perahu kecil bersiap menyeberangi laut.
Namun sore itu, di antara hiruk pikuk kota kecil di pesisir Maluku Utara, Ramadhan sekali lagi menunjukkan wajahnya: sederhana, tetapi penuh makna.(NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.