Polresta Tidore Gelar Aksi Bersih Pantai, Merawat Laut Merawat Masa Depan

oleh -207 Dilihat
oleh

Gonone.id — Angin pagi di Pantai Tugulufa, Jumat (6/2/2026), terasa lain dari biasanya. Bukan sekadar membawa aroma asin laut, tetapi juga semangat kebersamaan. Di sepanjang garis pantai Kelurahan Tuguwaji itu, puluhan personel Polresta Tidore membungkuk memunguti sampah, menyisir sudut-sudut pasir yang selama ini luput dari perhatian. Sebuah pemandangan sederhana, namun menyimpan pesan kuat negara hadir bukan hanya lewat seragam, tetapi lewat kerja nyata.

Aksi bersih pantai tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Wakapolresta Tidore AKBP Muhammad Jufri Dukomalamo, S.H., M.H., didampingi para Pejabat Utama serta personel Polresta. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia agar Polri tidak berjarak dengan masyarakat, melainkan menjadi bagian dari denyut kehidupan mereka.

Di sela kegiatan, Muhammad Jufri menegaskan bahwa tugas kepolisian tak berhenti pada penegakan hukum. “Polri harus hadir dalam seluruh ruang hidup masyarakat. Kebersihan lingkungan adalah bagian dari keamanan dan kenyamanan. Melalui kegiatan ini kami ingin memberi pesan bahwa merawat pantai sama artinya merawat masa depan,” ujarnya.

Pantai Tugulufa bukan sekadar bentang alam. Bagi warga Tidore, ia adalah ruang perjumpaan, tempat anak-anak bermain, nelayan menepi, dan wisatawan mengenal wajah kota. Ketika sampah plastik dan limbah mulai menggerogoti keindahannya, yang terancam bukan hanya estetika, tetapi juga ekologi dan ekonomi masyarakat pesisir.

Karena itu, kegiatan kemarin tak dimaknai sebagai seremonial belaka. Personel yang turun bukan sekadar menjalankan perintah, melainkan membangun contoh. Mereka menyisir pesisir, memisahkan sampah organik dan nonorganik, sambil berdialog dengan warga yang kebetulan melintas. Di titik itulah edukasi berlangsung tanpa mimbar.

Beberapa warga yang ikut bergabung mengaku tergerak. “Kalau polisi saja turun pungut sampah, masa torang cuma lia-lia,” celetuk seorang ibu sambil tersenyum, kalimat yang mungkin sederhana, namun mencerminkan tumbuhnya kesadaran kolektif.

Polresta Tidore berharap langkah kecil ini menjadi gerakan berkelanjutan. Hubungan Polri dan masyarakat, kata Jufri, tidak boleh hanya terasa saat ada masalah hukum. Ia harus hidup dalam kerja sosial, dalam kepedulian terhadap ruang bersama.

Di Tugulufa pagi itu, laut seakan menjadi saksi bahwa keamanan tak melulu soal borgol dan pasal, tetapi juga tentang sapu lidi, karung sampah, dan kesediaan untuk berkeringat bersama rakyat. Sebab pada akhirnya, wajah polisi adalah wajah masyarakat itu sendiri saling menjaga, saling merawat, dan saling menguatkan.(NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.