Benahi Internal, Direktur RSD Tidore Turun Langsung Inventarisasi Kebutuhan Layanan

oleh -163 Dilihat
oleh

Gonone.id – Aroma perubahan mulai terasa di lorong-lorong Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Tidore Kepulauan. Sejak menakhodai rumah sakit milik pemerintah daerah itu, Direktur RSD Tidore, dr. Zuhrinah, Sp.PK, M.Kes, FIHFAA, bergerak cepat melakukan pembenahan dari dalam. Ia memilih memulai dari fondasi: melihat langsung kebutuhan riil di setiap unit pelayanan.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat evaluasi internal yang digelar sebelumnya. Tidak sekadar menerima laporan di atas meja, seluruh jajaran direksi turun ke lapangan, menyusuri ruang perawatan, unit penunjang, hingga sudut-sudut pelayanan yang selama ini menjadi denyut aktivitas rumah sakit.

“Kami ingin memastikan seluruh kebutuhan unit terdata dengan baik, dan setiap permasalahan dapat segera ditindaklanjuti. Kunjungan ini menjadi dasar manajemen dalam menyusun program prioritas dan perencanaan pengembangan rumah sakit ke depan,” ujar dr. Zuhrina, Kamis (5/2/26).

Pendekatan yang ditempuh bukan sekadar administratif. Wakil Direktur Umum dan Sumber Daya RSD Tidore, dr. Megawati Abubakar, Sp.JP, FIHA, menegaskan bahwa pendataan mencakup banyak aspek: dari kondisi fasilitas fisik, kebutuhan tenaga kesehatan, hingga dukungan anggaran yang realistis.

Menurutnya, tanpa penguatan manajemen keuangan dan sumber daya manusia, peningkatan mutu pelayanan hanya akan menjadi slogan. “Kami memperoleh gambaran langsung terkait kebutuhan tenaga, sarana kerja, serta dukungan anggaran di setiap unit. Ini akan menjadi dasar perencanaan keuangan yang lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran,” jelasnya.
Dari sisi pelayanan, Wakil Direktur Pelayanan Nurdiana E. Achmad, SKM, M.Kes menaruh perhatian pada alur layanan dan standar operasional. Baginya, mutu pelayanan medis bukan hanya soal ketersediaan dokter, tetapi juga kecepatan, ketepatan, dan rasa aman yang diterima pasien.

“Kami ingin memastikan pelayanan kepada pasien berjalan cepat, tepat, dan aman. Masukan dari unit sangat penting untuk menyempurnakan sistem pelayanan serta meningkatkan kepuasan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Penunjang Ely Kasim, S.Kep, Ns mengingatkan bahwa layanan rumah sakit tidak berdiri sendiri. Unit penunjang baik medis maupun nonmedis adalah tulang punggung yang menentukan kelancaran pelayanan.

“Ketersediaan peralatan, sistem teknologi informasi, serta fasilitas pendukung harus terus ditingkatkan. Unit penunjang memiliki peran strategis, sehingga kebutuhan pemeliharaan dan penguatan sistem menjadi perhatian utama,” pungkasnya.

Kehadiran jajaran direksi di tiap unit disambut positif oleh para kepala ruangan dan staf. Mereka berharap langkah ini tidak berhenti pada pendataan, tetapi berujung pada program nyata yang menjawab persoalan klasik rumah sakit daerah: keterbatasan sarana, antrean layanan, dan kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga.

RSD Kota Tidore Kepulauan kini seperti sedang menata napas baru. Inventarisasi kebutuhan dan permasalahan dari hulu ke hilir diharapkan menjadi pijakan kuat untuk membangun layanan yang lebih profesional, berkualitas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Di sela kunjungan itu, dr. Zuhrina berulang kali menegaskan satu orientasi utama: keselamatan pasien. Baginya, seluruh perubahan dari pembenahan manajemen hingga pengadaan alat harus bermuara pada satu tujuan, yakni memastikan setiap warga yang datang mencari kesembuhan pulang dengan harapan yang terjaga.(NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.