Gonone.id Ternate – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Maluku Utara pada awal Januari 2026.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut atas rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Babullah Ternate yang memprakirakan peningkatan curah hujan, angin kencang, serta gelombang laut tinggi pada periode 5–11 Januari 2026 di sejumlah wilayah Maluku Utara.
Gubernur Sherly menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan gangguan aktivitas transportasi darat maupun laut.
“Kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci. Pemerintah daerah dan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan agar dampak bencana bisa ditekan semaksimal mungkin,” ujar Sherly dalam pernyataan tertulis kepada media ini, Senin (5/1/2026).
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara, Fehby Alting, menyatakan pihaknya telah meningkatkan status kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dan instansi terkait.
“Kami sudah menginstruksikan seluruh BPBD kabupaten dan kota untuk siaga penuh, memantau perkembangan cuaca secara intensif, serta memastikan jalur evakuasi dan sarana pendukung kebencanaan dalam kondisi siap digunakan,” kata Fehby.
Ia menambahkan, BPBD Maluku Utara secara berkala memperbarui informasi cuaca dari BMKG dan menyebarluaskan peringatan dini kepada masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan banjir, longsor, dan pesisir pantai.
Fehby juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan peringatan cuaca serta segera mengambil langkah pengamanan apabila terjadi peningkatan risiko bencana.
“Masyarakat diminta mengenali potensi bencana di lingkungannya, menghindari wilayah rawan, dan segera melakukan evakuasi jika kondisi sudah tidak aman,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan akan terus memantau dinamika cuaca selama periode potensi ekstrem ini, sembari mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif menjaga keselamatan diri dan lingkungan.(red)






