Apel Perdana 2026, Sherly Tekankan Integritas ASN

oleh -147 Dilihat
oleh

Gonone.id Sofifi — Mengawali tahun kerja 2026, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda memimpin Apel Perdana yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur Maluku Utara, Senin (5/1/2026). Apel ini dihadiri Wakil Gubernur Sarnin Sehe, Sekretaris Daerah, staf ahli, asisten, pimpinan OPD, serta seluruh ASN di lingkup Pemprov Malut.

Dalam amanatnya, Sherly mengawali dengan apresiasi atas kinerja jajaran ASN sepanjang 2025. Ia menilai kerja kolektif OPD telah melahirkan capaian penting, salah satunya efisiensi anggaran sebesar Rp145 miliar yang kemudian dialihkan untuk pembangunan jalan, jembatan, serta penguatan program pendidikan gratis melalui BOSDA dan pembebasan uang komite SMA/SMK/SLB se-Maluku Utara.

Sejumlah prestasi nasional turut disorot. Penghargaan untuk sektor ketenagakerjaan, keberhasilan pengusulan Sultan Zainal Abidin Sjah sebagai Pahlawan Nasional, hingga masuknya Maluku Utara dalam lima besar nasional program cek kesehatan gratis dan Universal Health Coverage (UHC) prioritas, disebut sebagai bukti kerja nyata OPD.

Namun demikian, perhatian khusus Gubernur tertuju pada penguatan integritas birokrasi. Sherly menegaskan capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK yang melonjak dari skor 71 ke kisaran 88,8–90 pada akhir 2025 harus dijaga dan ditingkatkan. “Target saya di 2026, skor MCP Maluku Utara mencapai 95,” tegasnya. Ia juga menginstruksikan BKD mengawal pelaporan LHKPN, khususnya bagi 443 ASN yang belum melapor hingga batas waktu Maret 2026.

Di sisi lain, Sherly mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 9 persen tertinggi secara nasional pada kuartal III tidak berhenti pada angka statistik semata. Menurutnya, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya inklusif karena kebutuhan pangan di kawasan industri masih bergantung dari luar daerah. Ia meminta Dinas Pertanian dan Perikanan menghadirkan output nyata. “Delapan puluh persen penduduk kita adalah petani dan nelayan. Jika mereka sejahtera, Maluku Utara akan sejahtera,” ujarnya.

Terkait manajemen sumber daya manusia, Gubernur memastikan mulai 7 Januari 2026 akan dilakukan pelantikan mutasi, rotasi, dan promosi untuk 59 jabatan berdasarkan hasil Uji Kompetensi melalui aplikasi SIMATA. Ia menegaskan tidak ada ruang bagi praktik transaksional dalam jabatan. “Tidak ada lagi uang untuk jabatan. Saya butuh ASN yang punya skill dan integritas untuk membantu saya dan Wakil Gubernur menuntaskan janji politik,” katanya.

Menutup arahannya, Sherly mengingatkan kembali posisi ASN sebagai pelayan masyarakat. Dengan APBD 2026 sebesar Rp3 triliun, di mana Rp1,2 triliun dialokasikan untuk gaji sekitar 10.000 ASN, ia menuntut kinerja maksimal bagi 1,4 juta penduduk Maluku Utara.

“Bekerjalah dengan hati, data, tanggung jawab, inovasi, dan kolaborasi demi kesejahteraan Maluku Utara,” pungkasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.